Translate

Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Mei 2014

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM




Makalah ini disusun guna melengkapi tugas :





                        
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012

AL GHOZALI

Makalah ini disusun guna melengkapi tugas :

Mata kuliah                                 :  Filsafat Islam


 

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(STAIN) PEKALONGAN

2012

metode penelitian



TAHAP-TAHAP PENELITIAN

Makalah ini disusun guna melengkapi tugas :
Mata kuliah                          :  Metodologi Penelitian

Disusun oleh:

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
 2012

akhlaq



KONSEP BAIK DAN BURUK
Makalah  ini disusun guna melengkapi tugas :
Mata Kuliah                 :  Ilmu Akhlak







Disusun oleh:

JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2013

 

tela'ah kurikulum 2013



MAKALAH
KURIKULUM 2013

Kamis, 05 Desember 2013

MEDIA PUBLIK (POPULAR MEDIA)



Hadits 15   : Menyebarkan Ilmu ke kalangan Eksternal
 عَنْ سَعِيْدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُمَا قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ: {وَأَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ اْلاَقْرَبِيْنَ} (وَرَهْطَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ)، خَرَجَ رَسُوْلُ الله ِصَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى صَعِدَ الصَّفَا فَهَتَفَ: ((يَاصَبَاحَاهْ))، فَقَالُوْا: مَنْ هَذَا؟ فَاجْتَمَعُوْ إِلَيْهِ فَقَالَ: ((أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخْبَرْ تُكُمْ أَنَّ خَيِلاً تَخْرُجُ مِنْ سَفْحِ هَذَا الْجَبَلِ أَكُنْتُمْ مُصَدِّقِيَّ؟)) قَالُوا مَاجَرَّبْنَا عَلَيْكَ كَذِبًا. قَالَ: ((فَإِنِّي نَذِيْرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيْد)). قَالَ أَبُوْلَهَبٍ: تَبَّالَكَ، مَاجَمِعْتَنَا إِلاَّ لِهَذَّا؟ ثُمَّ قَامَ فَنَزَلَتْ:{تَبَّتْ يَدَا أَبِيْ لَهَبٍ وَتَبَّ}، (وَقَدْ تَبَّ). هَكَذَا قَرَأَهَا الأَعِمَشُ يَوْمَئِذٍ . (رواه البخارى فى الصحيح, كتاب تفسير القرآن الكريم, باب تباب خسران تتبيب تدمير)[1][1]

Jumat, 15 November 2013

makalah

BAB I
PENDAHULUAN

   A.     Latar belakang Masalah
Ilmu ini membantu umat Islam untuk mengetahui sahnya dalam beribadah dengan sebenar-benarnya.
Dalam pembahasan kali ini, akan menjelaskan beberapa dari berbagai ilmu yang ada dalam ilmu fiqih.
Ilmu fiqih merupakan suatu ilmu yang tinggi nilainya, besar pengaruhnya dan kita sangat memerlukannya dalam keseharian. Seseorang tidak akan sah ibadahnya dalam kesehariannya kalau tidak mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang ilmu fiqih ini.
Dalam makalah ini dijelaskan tentang wanita lain, keawjiban oarang yang akan lakukan sholat, najis beserta ‘aurat.

hadits


PENDIDIK MENGAJAR DISAAT PESERTA DIDIK DALAM KONDISI SIAP MENERIMA MATERI
 
PEMBAHASAN

    A.    Hadits dan Terjemah
·         Peserta didik dalam kondisi tenang
(أ‌)               عَنْ جَرِيْرٍ بْنِ عَبْدِ الله أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ : (إِسْتَنْصِتِ النَّاسَ). فَقَالَ : لَا تَرْجِعُوْا بَعْدِي كُفَّارًا، يَضْرِبُ بَعْضَكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ . أخرجه البخرى فى صحيحه كتاب العلم باب الانصات للعلماء.
Artinya:
“Diriwayatkan dari Jarir bin Abdullah r.a. Nabi Saw. pernah bersabda kepada para sahabatnya pada saat Haji Wada’ (haji penghabisan/perpisahan) Nabi Saw. “Tolong suruh mereka memperhatikan (dan mendengarkan) : “Kemudian Rasulullah Saw. bersabda ditujukan kepada mereka, “Janganlah menjadi kafir setelah kepergianku dengan saling berbunuhan satu sama lain.”[1]

Jumat, 13 September 2013

Strategi belajar mengajar



MAKALAH
“PEMBELAJAR, GIZAG DAN USWAH”

Disusun guna memenuhi tugas :

  Mata Kuliah            : Strategi Belajar Mengajar
 
  Dosen Pengampu    : Ghufron Dimyati, M.S.I

 
stain.tif




                                                                                  













Disusun Oleh :

1. Moh. Abdurrohim                    2022111084
2. Muslimun                                 2022111067
3. Khadzik Alami                         2022111077
4. Muhammmad Rasyidi             2022111091


JURUSAN TARBIYAH PBA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
PEKALONGAN
2013

Kamis, 12 September 2013

ilpend



Pembahasan
  1.  Pengertian evaluasi pendidikan
Evluasi adalah suatu istilah yang lebih komprahensif dari pada tes, pengukuran, dan penilaian. Dalam bahasa arab istilah yang digunakan ialah التقويم  kata ini merupakan bentuk masdar dari kata قوم, يقوم, تقويم.  Yang dalam bahasa indonsia  meluruskan, membenarkan, mengoreksi.
Abdu maujud dalam razaq (1983:6) misalnya memberika definisi taqwim (evluasi) sebagai berikut:
التقويم هو عملية جمع وتصنيف وتحليل وتفسير بيانات او معلومات (كمية او كيفية) عن ظاهرة او موقف او سلوك بقصد استخدامها في اصدار حكم او قرار.
“evasiluasi adalah suatu proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi data atau informasi (baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif) terkait dengan suatu realita, sikap, atau perilaku, untuk digunakan dalam membuat sebuah keputusan.”
Menurut Stufflebeam et. al (1971), evaluasi merupakan proses penggambaran, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternative keputusan.[1] Evaluasi berasal dari Bahasa Inggris evaluation, bahasa arabnya taqwim artinya penilaian penaksiran menurut Jhon M. Echole, 2003, hal.569, KH Adib Bisri, hal.349.
Sedangkan menurut Oemar Hamalik,1992, hal.211, disebutkan bahwa evaluasi adalah proses pembuatan pertimbangan berdasarkan kriteria yang disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan untuk membuat keputusan mengenai hasil pendidikan atau suatu kurikulum.[2]
Evaluasi pendidikan islam adalah suatu kegiatan untuk menentukan taraf kemajuan suatau aktivitas didalam pendidikan islam.
  1. Tujuan dan fungsi
Tujuan evaluasi adalah mengetahui kadar pemahaman peserta didik terhada materi pelajaran, melatih keberanian dan mengajak peseta didik untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan, dan mengetahui tingkat perubahan perilakunya.[3]
Evaluasi pembelajaran di adakan untuk mengumpulkan bukti atau informasi sehubungan dengan pencapaian tujuan yang diupayakan melalui kegiatan pembelajaran. Akhadiah(1988:3) mendefinisikan evaluasi sebagai suatu proses sistemik yang mencakup kegiatan mengumpulkan, menganalisis, serta menafsirkan informasi untuk menentukan keberhasilan siswa dalam upaya pencapaian hasil belajarnya.
Evaluasi التقويم
Deskripsi kuantitatif (angka)  كمية
Deskripsi kualitatif (pendapat/nilai) كيفية
Non pengukuran غيرالاختبارية
Pengukuran الاختبارية

Kegiatan evaluasi akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang kualitas pencapaian hasil: apakah baik, memuaskan, memadai, dan seterusnya. Evaluasi selalu mengandung pemberian nilai dan penghakiman (hukm aw qarar; value judgement) trhadap suatau hasil yang dicapai demi perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran.




Pengambilan keputusan (value judgements)
اصدار حكم او قرر
tes:
·      Lisan
·      Praktik
·      proses
Nontes:
Ø Observasi
Ø Skala
Ø kuesioner
 







·         Fungsi evaluasi
Fungsi evaluasi adalah membantu peserta didik agar ia dapat mengubah atau mengembangkan tingkah lakunya secara sadar, serta memberi bantuan padanya cara meraih suatu keputusan bila berbuat sebagaimana mestinya.[4]
Pada dasarnya evaluasi dapat digolongkan menjadi dua: pertama untuk menentukan angka kemajuan belajar masing-masing siswa yang antara lain diperlukan untuk memberikan laporan semester dan kenaikan kelas. Kedua, untuk memberikan feed back kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar, baik yang menyangkut kelemahan dan kekurangan maupun kelemahan dan kekurangan guru.
Secara khusus , fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan dapat di tilik dari tiga segi, yaitu: segi psikologi, segi didaktik, dan segi administrative.(sudjono, 2003:10)
1)      Fungsi evaluasi pembelajaran dari segi psikologis                                           Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan secara psikologi akan memberikan pedoman atau pegangan batin kepada mereka untuk mengenal kapasitas dan status dirinya masing-masing di tengah-tengah  kelompok atau kelasnya.
2)      Fungsi evaluasi pembelajaran dari segi didaktik                                             Dari segi didaktik evaluasi berfungsi untuk: selektif, diagnostic, penempatan, dan pengukuran keberhasilan.(Arikunto, 2005: 10)
a.      Selektif. Dengan mengadakan evaluasi dapat diadakan seleksi yang bertujuan antara lain untuk memilih siswa yang dapat di terima di sekolah tertentu, memilih siswa yang  dapat naik kelas atau tinggal kelas, memilih siswa yang mendapat beasiswa.
b.      Diagnostic. Dengan mengadakan evaluasi dapat didiagnosis dengan kelebihan (prestasi) dan kelemahan peserta didik. Dengan sebab diketahui kelemahan ini akan lebih mudah dicari pemecahan masalahnya.
c.       Penempatan. Dengan evaluasi dapat di ketahui kedalam kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan. Sekelompok siswa yang mempunyai hasil yang sama akan berada pada kelompok yang sama dalam belajar.
d.      Mengukur keberhasilan. Evaluasi dapat memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didik, dan dapat diketahui factor-faktor yang mempengarui tingkat keberhasilan dan kegagalan kegiatan pembelajaran.
3. Fungsi evaluasi pembelajaran dari segi administrative
    Untuk kepentingan administrative evaluasi pendidikan seridak-tidaknya          memiliki tiga macam fungsi, yaitu:
a.       Memberikan laporan. Dengan melakukan evaluasi akan dapat disusun dan disajikan laporan mengenai kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam waktu tertentu.
b.      Memberikan bahan-bahan keterangan (data atau informasi). Data atau informasi yang diperoleh dari kegiatan evaluasi merupakan data yang sngat penting untuk keperluan pengambilan keputusan pendidikan di lembaga pendidikan.
c.       Memberi gambaran . gambaran mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam proses pembelajaran tercermin antara lain dari hasil-hasil belajar peserta didik setelah dilakukan evaluasi hasil belajar.

  1. Jenis-jenis evaluasi
Hm. Arifin menuliskan dalam ilmu pendidikan islam, suatu tinjauan teoritis dan praktis berdasarkan pendekatan interdisipliner, menjelaskan tentang jenis-jenis evaluasi pendidikan pada umumnya meliputi: Formatif, Sumatif, Diagnostik, dan Evaluasi Penempatan.[5]
Empat jenis evaluasi tersebut mengandung beberapa pengertian, diantaranya:
1.      Evaluasi Formatif, yaitu yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai peserrta didik setelah ia menyelesaikanprogram dalam suatu baahan pelajaran pada suatu bidang studi tertentu.
2.      Evaluasi Sumatif, yaitu yang dilakukan terhadap hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pelajaran dalam suatu catur wulan, satu semester, dan akhir tahun untuk menentukan jenjang berikutnya.
3.      Evaluasi Diagnostik, yaitu evaluasi terhadap hasil penganalisisan tentang keadaan belajar peserta didik, baik merupakan kesulitan-kesulitan atau hambatan-hambatan yang ditemui dalam situasi belajar mengajar.
4.      Evaluasi Penempatan (Placement), yaitu yang dilakukan sebelum anak mengikuti proses belajar mengajar untuk kepentingan penempatan pada jurusan atau fakultas yang diinginkan.[6]
  1. Syarat-syarat evaluasi pendidikan
Syarat-syarat yang haus dipenuhi dalam evaluasi pendidikan adalah sebagai berikut:
1.      Validity. Tes yang harus dilakukan berdasarkan hal-hal yang seharusnya dievaluasi, yang meliputi seluruh bidang tertentu yang diinginkan dan diselidiki, sehingga tidak hanya mencakup satu bidang saja.
2.      Reliable. Tes yang dapat dipercaya yang memberikan keterangan tentang kesanggupan peserta didik yang sesungguhnya.
Efisiensi. Tes yang mudah dalam administrasi, penelitian, dan interprestasinya.[7]


[1] Drs. H. Daryanto, Evaluasi Pendidikan (Kompenen MKDK), (Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 1999), hlm. 2.
[2] Drs. H. Mudzakkir Ali, MA, Ilmu Pendidikan Islam, (Semarang: PKPI 2 Universitas Wahid Hasyim Semarang, 2006), hlm. 157.
[3] Dr. Abdul Mujib, M.Ag., et al, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2006), hlm. 211.
[4] Dr. Abdul Mujib, M.Ag., et al, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2006), hlm. 212
[5] Drs. H. Mudzakkir Ali, MA, Ilmu Pendidikan Islam, (Semarang: PKPI 2 Universitas Wahid Hasyim Semarang, 2006), hlm. 164
[6] Dr. Abdul Mujib, M.Ag., et al, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2006), hlm. 217
[7] Dr. Abdul Mujib, M.Ag., et al, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2006), hlm. 218

Recent

Comments

About